Pagi itu halaman kantor mulai ramai.
Beberapa pegawai berdiri berkelompok sambil menikmati kopi sebelum apel dimulai. Ada yang bercanda ringan, ada yang sibuk memeriksa pesan di ponsel, ada pula yang langsung masuk ruangan untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda kemarin.
Dari luar, semuanya tampak seperti pagi kerja biasa.
Namun di antara keramaian itu, mungkin ada satu dua orang yang melangkah sedikit lebih pelan dari biasanya.
Bukan karena pekerjaannya terlalu berat.
Bukan pula karena tugas yang menumpuk sejak kemarin.
Kadang yang membuat hari terasa panjang justru bukan pekerjaannya, melainkan suasana kerja yang sedang tidak baik-baik saja.
Termasuk ketika hubungan dengan atasan tidak berjalan semulus yang kita harapkan.
Awak rasa situasi seperti ini bukan hal yang asing di dunia kerja. Baik di instansi pemerintah maupun di tempat kerja lainnya, hampir setiap orang pernah berada dalam kondisi ketika komunikasi dengan pimpinan terasa kurang nyaman, kurang nyambung, atau bahkan sering menimbulkan tekanan tersendiri.
Semua ASN Pernah Berada di Situasi yang Tidak Ideal
Dalam dunia kerja, tidak semua hal bisa kita pilih.
Kita bisa memilih untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. Kita bisa memilih untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Namun kita tidak selalu bisa memilih siapa yang menjadi atasan kita.
Ada pimpinan yang membuat timnya berkembang dengan nyaman. Ada pula yang tanpa disadari membuat suasana kerja menjadi lebih tegang dari yang seharusnya.
Mungkin terlalu sering mencari kesalahan.
Mungkin sulit menerima masukan.
Mungkin gemar memberikan tugas mendadak menjelang jam pulang.
Atau mungkin cara berkomunikasinya membuat bawahan merasa tidak pernah cukup baik.
Situasi seperti ini memang melelahkan.
Namun kalau dipikir-pikir, hampir semua pegawai yang sudah cukup lama bekerja pasti pernah bertemu dengan fase serupa.
Dan sering kali, fase inilah yang mengajarkan kita banyak hal tentang profesionalitas dan kedewasaan dalam bekerja.
Kadang yang Membuat Lelah Bukan Pekerjaannya
Menariknya, banyak orang sebenarnya tidak bermasalah dengan pekerjaannya.
Mereka masih menikmati tugas sehari-hari, masih bersemangat melayani masyarakat, dan masih bangga dengan profesi yang dijalani.
Yang perlahan menguras energi justru suasana yang muncul di sekitar pekerjaan tersebut.
Hari kerja terasa lebih panjang.
Rapat terasa lebih menegangkan.
Notifikasi dari kantor mulai membuat perasaan tidak nyaman.
Bahkan akhir pekan pun kadang masih disibukkan oleh pikiran tentang pekerjaan yang belum tentu menjadi tanggung jawab kita.
Kalau sudah sampai di tahap ini, ada satu hal yang perlu diingat.
Jangan biarkan situasi kerja mengambil seluruh ruang dalam hidup kita.
Karena pekerjaan memang penting, tetapi ketenangan pikiran juga tidak kalah penting untuk dijaga.
Fokus pada Hal yang Bisa Kita Kendalikan
Awak pernah mendengar nasihat sederhana yang sampai hari ini masih terasa relevan.
Kalau tidak bisa mengendalikan orang lain, setidaknya kendalikan respons kita sendiri.
Mungkin kita tidak bisa mengubah karakter atasan.
Mungkin kita tidak bisa membuat semua keputusan berjalan sesuai keinginan.
Namun kita masih bisa menjaga kualitas pekerjaan, sikap profesional, dan integritas yang kita miliki.
Pastikan pekerjaan terdokumentasi dengan baik.
Bangun komunikasi yang sopan dan jelas.
Hindari memperbesar konflik yang sebenarnya tidak perlu.
Dan yang paling penting, jangan sampai penilaian satu orang membuat kita meragukan kemampuan diri sendiri.
Bak kata orang tua Melayu:
“Sebab nila setitik, rusak susu sebelanga.”
Jangan sampai satu pengalaman yang kurang menyenangkan membuat semangat yang selama ini sudah dibangun ikut hilang begitu saja.
Tetap Bertumbuh Meski Situasi Belum Berubah
Tidak semua masalah di kantor bisa selesai hari ini.
Ada kalanya kita harus menjalani proses sambil menunggu keadaan berubah dengan sendirinya.
Yang bisa kita lakukan adalah tetap bertumbuh.
Perkuat kompetensi.
Perluas wawasan.
Ikuti pelatihan atau webinar yang bermanfaat.
Bangun reputasi sebagai pegawai yang dapat diandalkan.
Karena jabatan bisa berganti. Rotasi bisa terjadi. Pimpinan juga bisa berubah sewaktu-waktu.
Namun kemampuan dan integritas yang kita bangun akan tetap menjadi milik kita.
Kalau akhir-akhir ini kawan ASN merasa tekanan pekerjaan mulai mengganggu waktu pribadi, Awak juga pernah membahasnya dalam artikel “Kerja di Birokrasi Harus Selalu Lembur? Belum Tentu, Kawan“ yang mungkin relevan untuk dibaca setelah ini.
☕ Penutup
Dalam perjalanan karier, tidak semua hari akan berjalan sesuai harapan, kawan.
Ada masa ketika lingkungan kerja terasa nyaman dan menyenangkan. Ada pula masa ketika kita harus belajar menghadapi situasi yang tidak ideal dengan kepala yang tetap dingin.
Yang terpenting, jangan biarkan sikap orang lain menentukan nilai diri kita.
Tetaplah bekerja dengan baik, menjaga integritas, dan terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Karena pada akhirnya, yang membawa kita melangkah lebih jauh bukan tekanan dari orang lain, melainkan kualitas diri yang terus kita bangun sedikit demi sedikit dari hari ke hari.
Bagaimana pengalaman kawan ASN?
Pernahkah menghadapi situasi kerja yang membuat semangat sedikit menurun?
Yuk, ceritakan pengalaman atau pelajaran yang pernah kawan dapatkan di kolom komentar. Mana tahu cerita tersebut bisa menjadi penguat bagi ASN lain yang sedang menghadapi situasi serupa.