Pernah tak, kawan ASN, merasa seharian sibuk tetapi pekerjaan rasanya masih saja menumpuk?
Baru duduk di meja kerja, grup WhatsApp kantor sudah ramai. Belum selesai membaca pesan, ada berkas yang harus diperiksa. Setelah itu rapat, lalu muncul tugas mendadak yang perlu segera ditindaklanjuti. Tahu-tahu jam sudah menunjukkan waktu pulang, tetapi daftar pekerjaan masih belum banyak berkurang.
Kalau pernah mengalami hal seperti itu, tenang saja. Awak rasa hampir semua ASN pernah berada di fase yang sama.
Kadang-kadang kita mengira masalahnya ada pada banyaknya pekerjaan. Padahal setelah diperhatikan, yang sering membuat pekerjaan terasa berat justru cara kita mengelola waktu selama jam kerja.
Semua ASN Pernah Ada di Fase Ini
Di lingkungan kerja pemerintahan, ritme pekerjaan memang sering berubah-ubah.
Ada hari yang terasa tenang, ada pula hari ketika berbagai tugas datang hampir bersamaan. Belum lagi jika sedang ada penyusunan laporan, persiapan kegiatan, atau permintaan data yang harus segera dikirim.
Dalam kondisi seperti itu, banyak dari kita langsung berusaha menyelesaikan semuanya sekaligus.
Akibatnya, fokus menjadi terpecah ke mana-mana.
Sedikit membuka dokumen laporan, lalu berpindah membalas pesan grup. Setelah itu membuka email, kemudian beralih lagi ke pekerjaan lain yang baru masuk.
Tanpa disadari, waktu habis bukan karena pekerjaan terlalu banyak, tetapi karena perhatian kita terus berpindah-pindah.
Awak yakin situasi seperti ini bukan hal asing bagi kebanyakan ASN.
Apalagi di era sekarang, ketika notifikasi bisa datang dari berbagai arah hanya dalam hitungan menit.
Kadang yang Membuat Berat Bukan Pekerjaannya
Kalau dipikir-pikir, tugas yang paling melelahkan belum tentu tugas yang paling sulit.
Kadang yang membuat kepala terasa penuh justru banyaknya hal kecil yang datang bersamaan.
Ada pesan yang harus dibalas.
Ada rapat yang mendadak dijadwalkan.
Ada dokumen yang menunggu paraf.
Ada pula permintaan bantuan dari rekan kerja yang sebenarnya sulit untuk ditolak.
Lama-kelamaan energi kita habis sebelum pekerjaan utama benar-benar terselesaikan.
Karena itu, tidak ada salahnya memulai hari dengan menentukan beberapa pekerjaan yang benar-benar menjadi prioritas.
Tidak perlu membuat daftar panjang.
Cukup tiga pekerjaan utama yang wajib selesai hari itu.
Setelah tiga hal tersebut beres, barulah kita mengerjakan tugas-tugas pendukung lainnya.
Cara sederhana ini sering kali membuat pekerjaan terasa lebih terarah dan tidak terlalu membebani pikiran.
Pelan-Pelan Cari Jalan Keluarnya
Awak percaya tidak semua masalah produktivitas harus diselesaikan dengan cara yang rumit.
Kadang solusi paling sederhana justru yang paling efektif.
Misalnya dengan membiasakan diri bekerja fokus selama 25 hingga 30 menit tanpa membuka aplikasi lain yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. Setelah itu, beristirahat sejenak selama beberapa menit sebelum kembali bekerja.
Cara seperti ini membantu menjaga konsentrasi sekaligus mengurangi rasa lelah di tengah hari.
Selain itu, manfaatkan juga teknologi yang memang sudah tersedia di sekitar kita.
Kalender digital, pengingat di ponsel, atau aplikasi pencatat tugas sederhana bisa membantu mengingatkan tenggat waktu pekerjaan tanpa harus menghafalnya sendiri.
Tidak perlu aplikasi yang canggih.
Yang penting konsisten digunakan.
Karena pada akhirnya, tujuan kita bukan bekerja lebih keras, melainkan bekerja lebih teratur.
Kalau berbicara soal budaya kerja, Awak juga pernah membahas hal yang hampir serupa dalam artikel “Kerja di Birokrasi Harus Selalu Lembur? Belum Tentu, Kawan“. Banyak pekerjaan sebenarnya bisa diselesaikan tepat waktu ketika kita memiliki prioritas yang jelas dan ritme kerja yang lebih teratur.
Bak kata orang tua Melayu dahulu:
“Ingat antara belum kena, hemat antara belum habis.”
Pesan sederhana ini mengajarkan kita untuk pandai mengelola apa yang kita miliki sebelum semuanya terlambat, termasuk waktu yang tersedia selama jam kerja.
☕ Penutup
Tidak semua pekerjaan harus selesai sekaligus, kawan.
Kadang yang penting bukan seberapa cepat kita menyelesaikan semuanya, tetapi bagaimana kita tetap menjaga ritme kerja yang sehat dari hari ke hari.
Pekerjaan kantor akan selalu ada. Deadline akan terus datang silih berganti. Namun kesehatan, keluarga, dan ketenangan pikiran juga tidak kalah penting untuk dijaga.
Jadi kalau hari ini masih terasa sedikit berantakan, tak apa. Besok masih ada kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih baik. Pelan-pelan saja, yang penting tetap melangkah sambil menikmati secangkir kopi di sela kesibukan.
Bagaimana dengan kawan ASN?
Bagian pekerjaan apa yang paling sering menyita waktu selama jam kerja?
Apakah rapat, laporan, grup WhatsApp kantor, atau justru pekerjaan administratif yang datang mendadak?
Yuk, ceritakan pengalaman kawan di kolom komentar. Mana tahu pengalaman tersebut bisa membantu ASN lainnya yang sedang menghadapi situasi serupa.